Shilaturahim Akbar Rumah Qur’an Ponpes Tahfizh Se-Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh: Al-Qur’an, Kunci Perbaikan Negeri

Ceremony, Religius1 Dilihat

LIPUTAN6.ONLINE, Medan – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh, MSP, menghadiri acara silaturahmi akbar rumah tahfizh/ponpes tahfizh se-Sumatera Utara yang dilaksanakan oleh Ma’had Tahfizhul Qur’an Maryam Al-Khol, Al Fityan School Medan, Ahad (26/11).

Acara tersebut menghadirkan narasumber utama, Al-Ustadz Dr. KH. Deden M. Makhyaruddin, MA, pengasuh Indonesia Murajaah. Hadir pula juara tahfizh internasional, Zahran Auzan.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Dr. KH. Deden M. Makhyaruddin menjelaskan beberapa pola menghafal Al-Qur’an yang berkembang saat ini.

“Pola tahfizhul Qur’an yang berkembang ada dua, yaitu pola yang menargetkan banyaknya anak-anak kaum Muslimin yang dekat dengan Al-Qur’an dan hafal sekian juz atau keseluruhan 30 juz Al-Qur’an. Biasanya pola yang demikian tidak bertahan lama hafalannya. Ada juga pola yang tidak menargetkan banyaknya juz yang dihafal. Titik tekannya adalah hafalan yang mutqin (kuat dan melekat),” ujar KH. Deden.

“Keduanya baik. Karena Rasulullah Saw bersabda, ‘Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an’,” imbuhnya.

KH. Muhammad Nuh, MSP, dalam pesannya menyampaikan beberapa hal yang sangat menginspirasi.

“Di tengah keberutalan Yahudi Israel di Palestina, penyemangat terkuat para pejuang adalah kedekatannya dengan Al-Qur’an. Sebagaimana diketahui, para aktivis Hamas tidak sedikit yang hafal Al-Qur’an,” ungkapnya.

“Di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri yang kita cintai Indonesia, di mana problema yang ada di hadapan kita bertumpang tindih. Banyak yang bingung, bagaimana dan dari mana kita memperbaikinya. Kita katakan, dari sini kita perbaiki, dari Al-Qur’an, dan dari hamba-hamba Allah SWT yang dekat dengan Al-Qur’an, insya Allah,” tambah senator yang juga ulama Sumatera Utara ini.

Ustadzah Sa’adah Mukhtar, Lc Al-Hafizhah, sebagai mudirah (pimpinan) Lembaga Tahfizh Maryam Al-Khol, menjelaskan bahwa lembaga yang dikelolanya telah menghasilkan lebih dari 200 hafizhah dan mereka akan terus berikhtiar membentuk hafizhah-hafizhah kebanggaan Sumatera Utara. (Red_ji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *