Mozaik Topografi Afrika: Sahara, Danau Victoria, hingga Puncak Salju Kilimanjaro

Mozaik Topografi Afrika atau bentang alam Afrika sangat beragam dan unik. Secara garis besar, benua Afrika didominasi oleh dataran tinggi dan gurun pasir yang luas. Dataran tinggi menutupi sebagian besar area Afrika Bagian Timur dan Selatan. Sementara itu, hutan hujan tropis terdapat di sepanjang khatulistiwa Afrika Tengah. Di utara dan barat daya terbentang gurun pasir luas seperti Sahara dan Namib.

Dataran tinggi di Afrika umumnya terbentuk dari patahan dan lipatan kerak bumi era Mesozoikum. Pegunungan Atlas di Afrika Utara merupakan pegunungan lipatan muda yang terbentang sejajar pantai Laut Tengah. Gunung Kilimanjaro di Tanzania yang berada di Dataran Tinggi Afrika Timur merupakan gunung berapi tertinggi di Benua Afrika dengan ketinggian 5.895 mdpl.

Berikut ini beberapa keistimewaan topografi Afrika dibandingkan benua lainnya:

  1. Afrika memiliki gurun pasir terluas di dunia, yaitu Sahara. Gurun seluas 9 juta km2 ini mendominasi sepertiga wilayah Afrika Utara. Tak ada gurun seluas ini di benua lain.
  2. Dataran tinggi di Afrika sangat unik karena terpisah-pisah dan tersegmentasi, tidak menyerupai pegunungan lurus di benua lain. Contohnya Dataran Tinggi Ethiopia dan Dataran Tinggi Afrika Timur.
  3. Afrika memiliki Danau Victoria yang merupakan danau air tawar terbesar kedua di dunia setelah Danau Superior di Amerika Utara. Ukurannya jauh melampaui danau besar di benua lainnya.
  4. Sungai Nil di Mesir merupakan sungai terpanjang di dunia dengan panjang 6.650 km. Sungai sepenting ini tak ditemukan di benua lainnya. Sungai Congo dan Niger di Afrika juga termasuk sangat panjang.
  5. Afrika memiliki banyak gunung berapi aktif, termasuk Kilimanjaro, gunung berapi tertinggi di benua ini dengan puncak salju abadi meski terletak di khatulistiwa.
  6. Topografi Afrika yang beragam melahirkan hamparan sabana terluas di dunia, savana di Afrika mencapai sepertiga total sabana global.

Dataran Rendah Afrika didominasi oleh padang rumput savana yang membentang dari Sudan hingga Afrika Selatan. Sungai-sungai besar seperti Sungai Nil, Niger, Zambezi, dan Congo mengalir melintasi dataran rendah ini. Sungai-sungai tersebut berhulu di dataran tinggi dan bermuara di Samudra Atlantik dan Teluk Guinea.

Gurun terluas di Afrika adalah Sahara yang membentang dari Samudra Atlantik hingga Laut Merah. Gurun pasir ini mencakup sepertiga wilayah Afrika Utara. Iklim ekstrem panas dan kering di Sahara hanya memungkinan beberapa spesies tumbuhan seperti kaktus dan semak untuk tumbuh. Namib di pesisir barat daya juga merupakan gurun pasir yang sangat tandus.

Pantai barat Afrika didominasi tanjung dan teluk seperti Tanjung Verde, Teluk Guinea, dan Teluk Benin. Pantai timur cenderung lurus tanpa banyak tanjung atau teluk. Namun terdapat beberapa pulau lepas pantai seperti Madagaskar, Komoro, Reunion, dan Mauritius. Garis pantai timur Afrika juga dikenal sebagai pantai tiram karena banyak ditemukan ladang budidaya tiram mutiara di perairan dangkalnya.

Demikian gambaran singkat topografi atau bentang alam Benua Afrika yang khas. Rangkaian pegunungan dan dataran tinggi, sabana, serta gurun pasir yang luas menjadikan topografi Afrika sangat beragam. Sungai-sungai besar juga berperan vital sebagai pemasok air dan transportasi di benua yang unik ini. Keunikan inilah yang menjadikan Afrika begitu kaya akan satwa liar dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *