Lawang Sewu, Saksi Bisu Kekejaman Penjajah yang Kini Dihuni Makhluk Gaib

Berita2 Dilihat

Lawang Sewu adalah nama sebuah bangunan tua yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan yang kini berfungsi sebagai museum dan kantor ini memiliki arsitektur indah warisan Belanda. Namun di balik kemegahannya, Lawang Sewu juga dikelilingi berbagai aura dan mitos misterius.

Pada era penjajahan, Lawang Sewu difungsikan sebagai kantor bagi perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda. Nama Lawang Sewu sendiri secara harfiah berarti “Seribu Pintu” sebagai representasi dari banyaknya jendela dan pintu di dalam bangunan ini.

Selain difungsikan sebagai kantor penting pada masa itu, di masa perang Lawang Sewu juga sempat dijadikan pusat penahanan dan penyiksaan bagi tawanan dan rakyat biasa oleh tentara Jepang. Banyak kisah tragis penyiksaan dan kematian yang tak berperikemanusiaan terjadi di balik dinding Lawang Sewu pada masa perang tersebut.

Penampakan mistis mulai banyak dikaitkan dengan Lawang Sewu pasca pembantaian dahsyat yang terjadi di sana di masa lalu. Sampai kini banyak saksi dan turis yang mengaku melihat berbagai penampakan supernatural seperti sosok hantu berpakaian tentara dan suara orang memohon ampun di area Lawang Sewu.

Mitos miring yang terus disebarkan turut menambah kesan horor dan mistis pada Lawang Sewu. Banyak yang percaya bahwa nasib celaka dan kesialan akan menghampiri siapa pun yang mengambil atau membawa pulang artefak dari Lawang Sewu secara ilegal, terutama pada malam jumat.

Begitulah aura mistis yang sangat kental yang kini menyelimuti Lawang Sewu. Reputasinya sebagai lokasi berhantu terus menarik minat para pecinta hal mistik untuk menyelidiki fenomena supranatural di dalam kompleks bangunan peninggalan Belanda ini.

Salah satu bagian dari Lawang Sewu yang paling banyak dikaitkan dengan hal-hal gaib dan mistis adalah ruang bawah tanahnya yang tersembunyi. Konon, Belanda sengaja menyembunyikan lorong dan ruang rahasia ini di bawah Lawang Sewu untuk keperluan interogasi dan penyiksaan tawanan perang mereka.

Ruang bawah tanah Lawang Sewu sangat luas, dilengkapi jeruji besi dan berbagai alat penyiksaan kuno peninggalan Belanda. Suasananya sangat mencekam dan gelap, membuat siapapun merasa tak nyaman berlama-lama di sana. Tak jarang penjaga museum dan satpam yang berpatroli mengaku mendengar suara jeritan pilu dan rantai diseret dari ruang bawah tanah ini.

Dipercaya kuat bahwa arwah-arwah korban penyiksaan di masa lalu masih bergentayangan dan terperangkap di ruang bawah tanah Lawang Sewu. Konon arwah-arwah ini meminta pertolongan agar dibebaskan dari derita siksaan abadi mereka di alam baka.

Hingga kini pun akses ke bagian dasar Lawang Sewu sangat dibatasi dan diawasi ketat oleh petugas museum. Hal ini diyakini guna melindungi pengunjung dari gambaran mengerikan tingkat kebiadaban penjajah di masa lalu, juga untuk menghormati para korban yang mati terbunuh di tempat terkutuk ini.

Begitulah kesan angker dan misteri ruang bawah tanah Lawang Sewu, yang diyakini sebagai saksi bisu kekejaman penjajah di masa perang kemerdekaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *