Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Permainan, dan Istilah Penting dalam Olahraga Polo

Olahraga5 Dilihat

Olahraga polo berasal dari Asia Tengah, sekitar 2.500 tahun yang lalu. Permainan ini awalnya dimainkan oleh prajurit Mongol sebagai latihan perang. Polo kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia, termasuk Persia, India, dan China.

Pada abad ke-16, polo dibawa ke Eropa oleh penjajah Inggris. Permainan ini kemudian menjadi populer di kalangan bangsawan dan elit. Pada abad ke-19, polo mulai dimainkan di Amerika Serikat.

Polo menjadi olahraga Olimpiade pada tahun 1900 dan 1908. Namun, olahraga ini kemudian dikeluarkan dari Olimpiade karena biayanya yang mahal.

Saat ini, polo dimainkan di lebih dari 70 negara di dunia. Olahraga ini masih populer di kalangan bangsawan dan elit, tetapi juga mulai dimainkan oleh orang-orang dari berbagai kalangan.

Ukuran Lapangan

Lapangan polo berbentuk persegi panjang dengan panjang 300 yard (274 meter) dan lebar 100 yard (91 meter). Lapangan dibagi menjadi dua bagian oleh garis tengah. Di setiap ujung lapangan terdapat gawang yang berukuran 10 yard (9 meter) x 6 yard (5 meter).

Aturan Permainan

Polo dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari empat pemain. Setiap pemain menunggang kuda dan menggunakan tongkat pemukul khusus untuk memukul bola. Tujuan permainan adalah untuk mencetak lebih banyak gol daripada tim lawan.

Pemain dapat memukul bola ke segala arah dengan tongkatnya. Namun, pemain tidak boleh memukul bola dengan tangan atau kakinya. Pemain juga tidak boleh menyenggol atau menabrak pemain lawan.

Permainan polo dibagi menjadi empat babak yang masing-masing berdurasi tujuh menit. Setiap babak dimulai dengan tendangan off oleh salah satu tim. Tim yang mencetak gol lebih banyak di akhir permainan akan menjadi pemenang.

Istilah Penting dalam Olahraga Polo

Berikut adalah beberapa istilah penting dalam olahraga polo:

  • Ball: Bola yang digunakan dalam permainan polo.
  • Goal: Gawang yang terletak di ujung lapangan.
  • Hook: Gerakan memukul bola dengan tongkat pemukul.
  • Knock-in: Tendangan off yang dilakukan oleh salah satu tim untuk memulai babak baru.
  • Offside: Situasi di mana pemain berada di depan bola dan di depan pemain lawan.
  • Pick-up: Gerakan mengambil bola dari tanah dengan tongkat pemukul.
  • Ride-off: Situasi di mana dua atau lebih pemain saling berhadapan untuk merebut bola.
  • Tackle: Gerakan menyenggol atau menabrak pemain lawan.
  • Turnover: Situasi di mana bola berpindah kepemilikan dari satu tim ke tim lain.

Perlengkapan Olahraga Polo

Berikut adalah perlengkapan yang dibutuhkan untuk bermain polo:

  • Kuda: Kuda yang digunakan untuk bermain polo harus kuat dan tangguh. Kuda polo biasanya berasal dari ras Thoroughbred atau Quarter Horse.
  • Tongkat pemukul: Tongkat pemukul polo terbuat dari kayu atau logam. Tongkat pemukul memiliki panjang sekitar 5 kaki (1,5 meter) dan berat sekitar 2 pon (0,9 kilogram).
  • Helm: Helm digunakan untuk melindungi kepala pemain dari cedera.
  • Pelindung dada: Pelindung dada digunakan untuk melindungi dada pemain dari cedera.
  • Sarung tangan: Sarung tangan digunakan untuk melindungi tangan pemain dari cedera.

Olahraga polo merupakan olahraga yang membutuhkan keterampilan dan ketangkasan yang tinggi. Olahraga ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk perawatan kuda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *