Tempat Latihan Bulutangkis, Sarana Pengembangan Atlet dan Cinta Bulutangkis di Indonesia

Tempat Latihan BulutangkisBulutangkis, sebagai salah satu olahraga yang sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia, terus menunjukkan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional. Banyaknya pencapaian luar biasa dari para atlet bulutangkis Indonesia telah menciptakan fenomena khusus, yakni berkembangnya komunitas Badminton Lovers (BL), yang merupakan sebutan untuk para penggemar bulutangkis di Indonesia. Tak hanya memadati tribun saat pertandingan, BL juga memiliki ketertarikan dan kecintaan yang mendalam terhadap olahraga ini.

Tidak hanya menyaksikan pertandingan dan mendukung dari tribun, beberapa atlet bulutangkis Indonesia ternyata turut berkontribusi dengan membuka tempat latihan sendiri. Beberapa dari mereka bahkan menjadikan tempat latihan tersebut sebagai akademi untuk menciptakan bibit atlet bulutangkis sejak dini. Berikut adalah enam atlet maupun mantan atlet bulutangkis Indonesia yang memiliki tempat latihan sendiri:

Gideon Badminton Hall

Lokasi: Jalan Swadaya Pabuaran Ciangsana Kecamatan Gunung Putri Bogor Jawa Barat. Marcus Fernaldi Gideon, mantan peringkat 1 dunia ganda putra bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo, merupakan pemilik Gideon Badminton Hall. Pasangan ganda putra ini telah menduduki peringkat 1 dunia lebih dari lima tahun berturut-turut.

Akademi bulutangkis milik Gideon ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 2020 untuk mewujudkan mimpi sang ayah yang juga mantan atlet bulutangkis. Gideon Badminton Hall menawarkan fasilitas yang memadai untuk latihan dan turnamen bulutangkis.

Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC)

Lokasi: Serpong Utara Tangerang Selatan Banten. Candra Wijaya, peraih emas Olimpiade Sydney 2000 dalam ganda campuran, tidak hanya menjadi pemilik CWIBC, tetapi juga sebagai pengajar di sana.

CWIBC bukan hanya tempat latihan, tetapi juga memiliki fasilitas seperti museum bulutangkis dengan memajang memorabilia perjalanan karir Candra Wijaya. Dengan kapasitas 1.200 penonton, CWIBC menjadi tempat yang ramai saat ada turnamen bulutangkis, baik skala nasional maupun internasional.

Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall

Lokasi: Jalan Medokan Asri Tengah VI, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Sony Dwi Kuncoro, peraih Perunggu Olimpiade Athena 2004, adalah pemilik Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall.

Tempat latihan ini resmi dibuka pada tahun 2017 dan dilengkapi dengan enam lapangan bulutangkis. Terletak di samping rumah Sony Dwi Kuncoro, badminton hall ini membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk belajar dan berlatih bulutangkis.

Sarwendah Badminton Club

Lokasi: Jalan Balai Rakyat 3 No.6, RT.1/RW.1, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Mantan atlet tunggal putri, Sarwendah Kusumawardhani, memiliki Sarwendah Badminton Club. Setelah gantung raket, Sarwendah sempat menjadi pelatih di salah satu klub bulutangkis.

Namun, tekadnya untuk memiliki lapangan bulutangkis sendiri mendorongnya untuk membeli klub tempat masa kecilnya berlatih. Dengan memanfaatkan gor tersebut, ia membuka klub latihan pada tahun 2010 dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan bulutangkis di Jakarta Timur.

GOR Christian Adinata Pati

Lokasi: Jl. Sukolilo – Babalan No.7-65, Blaru, Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Christian Adinata, atlet tunggal putra kelahiran 16 Juni 2001, memiliki GOR Christian Adinata di Pati, Jawa Tengah.

GOR tersebut dibangun dari uang tabungan hadiah kejuaraan yang ia raih. Christian Adinata tidak hanya membangun GOR untuk konsumsi pribadinya, tetapi juga untuk memajukan olahraga bulutangkis di daerah Pati. GOR ini memiliki fasilitas lengkap dan telah memenuhi standar internasional.

Taufik Hidayat Arena (THA)

Lokasi: Jalan Raya Pkp No.8, RT.7/RW.12, Cibubur, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Taufik Hidayat, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, mendirikan Taufik Hidayat Arena (THA) pada tahun 2012.

THA memiliki bangunan dua lantai seluas 6.600 meter persegi dan dirancang seperti simbol infinity. Sebagai gelanggang latihan bulutangkis, THA dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang cukup lengkap. Tujuan pendirian THA adalah untuk ikut mendukung kemajuan olahraga bulutangkis di Indonesia.

Tempat latihan bulutangkis yang dimiliki oleh para atlet dan mantan atlet tersebut bukan hanya sekadar lapangan untuk berlatih, melainkan juga menjadi pusat pengembangan atlet bulutangkis dan sarana untuk menumbuhkan minat serta cinta terhadap olahraga ini di kalangan masyarakat Indonesia. Keberadaan tempat-tempat latihan ini menjadi bukti komitmen para atlet terhadap pengembangan bulutangkis di Indonesia, dan semakin mengukuhkan posisi bulutangkis sebagai olahraga favorit yang mendalam di hati masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *